Khasiat Daun Sukun sebagai alternatif pengobatan penyakit ginjal


DAUN SUKUN UNTUK PENGOBATAN PENYAKIT GINJAL



Gambar 1. Sukun (Artocarpus altilis)

            Masyarakat Indonesia sudah tidak asing lagi pastinya dengan nama tanaman yang satu ini. Ya, sukun, begitulah masyarakat kita memanggilnya. Tanaman sukun dikenal dari buahnya yang menjadi pilihan olahan cemilan seperti keripik yang rasanya sangat enak dan cocok dimakan saat bersantai. Tanaman sukun atau dengan nama latinnya yaitu Artocarpus altilis ini ternyata tak hanya buahnya saja yang bisa dimanfaatkan tetapi daun dari tanaman famili Moraceae ini juga bisa digunakan sebagai pengobatan.

Daun sukun

                                                  Gambar 2. Daun sukun (Artocarpus altilis)
 
Tanaman sukun berdaun tunggal yang  bentuknya oval sampai lonjong, ukurannya bervariasi walaupun pada satu pohon memiliki ukuran panjang 20-60 cm dan lebar 20-40 cm dengan panjang tangkai daun 3-7 cm. Bagian ujung daun meruncing sedangkan bagian pangkalnya membulat, tepi daun berlekuk menyirip dan kadang-kadang siripnya bercabang. Permukaan daun bagian atas licin,warnanya hijau mengkilap sedang bagian bawahnya kasar,berbulu dan berwarna kusam (Pitojo,1992)
Daun sukun (Artocarpus altilis (park)Fsb.) merupakan salah satu tanaman yang dipercaya masyarakat dapat mengobati hepatitis,sakit gigi,menurunkan kadar kolesterol darah dan dapat mengatasi penyakit ginjal (Noveriza dan Rizal,2008).
Dimana didalam daun sukun tersebut mengandung zat alami seperti asam hidrosinat,tanin,riboflavin,asetilcolin yang bermanfaat untuk melawan sumber penyakit berbahaya.

Daun sukun sebagai obat penyakit ginjal  
     Dipilihnya daun sukun sebagai alternatif pengobatan penyakit ginjal bukan secara asal-asalan. Ini sudah melalui berbagai tahapan penelitian.
        Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan terlebih dahulu menyebutkan senyawa flavonoid yang terkandung dalam ekstrak etil asetat daun sukun berguna untuk mengatasi penyakit kardiovaskular dan juga penyakit ginjal dimana senyawa flavonoid ini berfungsi sebagai antioksidan. Antioksidan dalam kandungan daun sukun ini akan teroksidasi dengan adanya radikal bebas  sehingga efek kerusakan sel yang ditimbulkan oleh radikal bebas dapat dihambat (Havsteen,2002).
        Untuk mendapatkan manfaat secara langsung dari daun sukun ini cukup diolah dengan metode yang tergolong sederhana. Adapun tahapannya sebagai berikut :
·        Rebus daun sukun tersebut dengan takaran air secukupnya,biarkan hingga mendidih dan usahakan daun sukun hancur dalam air rebusan.
·        Diamkan terlebih dahulu air rebusan daun sukun tersebut,kemudian disaring.
·        Konsumsi air rebusan daun sukun tersebut sebanyak dua kali dalam sehari sesudah makan.
Dengan mengonsumsi air rebusan daun sukun ini secara teratur, terbukti dapat mengobati berbagai macam penyakit khususnya penyakit ginjal. Dengan metode yang sangat sederhana dan dengan biaya yang murah kita akan langsung bisa merasakan manfaat yang luar biasa dari tanaman ini.
       
Referensi :
        Havsteen,Bent H.2002. The Biochemistry and Medical Significance of The Flavonoids. Pharmacology & Therapeutics,96 :101-103.

        Noveriza NNK,M Rizal,Balittro.2008. Peluang Tanaman Obat sebagai Alternatif Bahan Obat Flu Burung. Warta Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 14(1):20

        Pitojo,S. 1992. Budidaya Sukun. Kanisius, Jakarta.
       

Komentar